Senin, 26 November 2012

Bersyukur untuk Nafas pagi ini

Bagiku hidup adalah untaian cerita penuh makna yang abstrak. Membias dalam keseharian di atas kanvas tanpa warna dasar. Saat bahagia,betapa kanvas itu selalu ingin diwarnai dengan tinta warna-warna pelangi. Namun ketika bersedih, kanvas itu seolah-olah basah akan genangan air dan sulit diwarnai kecuali dengan cipratan lumpur ratapan pilu. Merangkak,duduk,berjalan lalu berlari ( baca : kiasan tahap-tahap kehidupan ) adalah salah satu fase dalam setiap bentuk kehidupan. Tak ada satupun manusia yang bisa melompati fase tersebut. Alur kehidupan tak pernah berganti meski zaman telah merubah hari dan usang tergantikan pesatnya arus teknologi. Terus bergulir tak berhenti sejenak waktupun saat menggilas kehidupan yang tengah berjalan. Menangis atau tertawa,hitam atau putih,baik atau buruk,bising atau sunyi hanyalah bagian kecil dari setiap sisi kehidupan. Semua pasti terbagi pada dua sisi, seperti yang telah Tuhan gariskan bahwa segala sesuatu di dunia ini diciptakan berpasang-pasangan. Maha Besar Kuasa-Nya yang telah menciptakan segala sesuatunya secara sempurna dan berimbang. Panas mentari yang membakar kulit saat ini membuatku terpaku di sudut bisu. Betapa aku merindukan butiran -butiran bening yang jatuh dari langit dan mampu mendamaikan bumi yang gersang akan rintik air. Semakin ku mengerti bahwa setiap tangisan terkadang mampu meredakan sesak di hati akan sebentuk kegalauan. Tak menutup kemungkinan juga bila bening air di matapun mampu membuat ekspresi kebahagiaan terlihat begitu sempurna. Menurut pandanganku yang minim akan ilmu pengetahuan ini, sebongkah kehidupan adalah secarik perjalanan bukan tujuan. Hidup hanyalah jembatan yang dibangun oleh-Nya dan ciptakan untuk diwarnai seindah mungkin, bahkan lebih indah dari warna pelangi yang pernah ada. Memang tak semudah mewarnai gambar di atas secarik kertas, namun Tuhan telah anugrahkan sempurnanya akal untuk berpikir dan mencerna bagi manusia sebagai mahluk yang paling mulia diantara mahluk lainnya. Terus belajar dan berlatih mewarnai langit yang menaungi hari-hari dengan keindahan adalah pembelajaran hidup yang panjang tanpa ujung. Sesekali berhenti untuk menghela nafas dari hiruk pikuk dan hingar bingar dunia yang semakin liar tak terkendali. Sesekali melihat ke belakang untuk menangkap sesuatu yang pernah berarti di masa lalu atau mengenang kebahagiaan sebagai infus hari-hari yang terasa semakin berat seiring bertambahnya usia. Tetapi jangan pernah berhenti untuk terus bermimpi tentang perbaikan kehidupan kita di masa yang akan datang. Selalu bersyukur atas kehidupan yang Tuhan pilihkan untuk kita adalah salah satu upaya menciptakan keindahan dalam hidup kita. Yakinkan diri dan hati agar tak pernah berhenti berharap bahwa suatu saat nanti setiap jiwa yang hidup Insya Allah akan menemukan sebuah jawaban yang indah pada akhirnya atas perjalanan panjang penuh tanda tanya ini. Tetap semangat, jangan menyerah dan selalu berbaik sangkalah kepada-Nya meskipun pada kenyataannya untuk sedetik ke depan Tuhan tetap saja membiarkan lika liku jalan kehidupan menjadi misterius bagi kita semua. {59} Catatan Penting : Menjadi warga Magelang adalah salah satu bagian dari perjalanan hidupku dan aku sangat bersyukur karena Magelang kini menjadi salah satu surga terindah dalam kehidupanku yang tengah berlangsung

APA SALAH JIKA PEREMPUAN MEMILIH MENJADI JANDA?

Apa yang kamu pikirkan jika aku menyebut kata JANDA! Kesendirian, kesepian, kesalahan, atau sebuah kekuatan? Hal ini pernah aku bahas dengan seorang teman yang mengalami konflik dalam masalah rumah tangganya. “Apa aku harus cerai Nin” “Kalau itu memang jalan terbaik ya nggak masalah” “Aku jadi Janda dong” “Emang masalah kalo jadi Janda. Kamu punya masa depan. Selama ini aku tahu kalau kamu cari uang sendiri. Suamimu juga jarang ngasih kamu nafkah lahir dan batin. Orang nikah itu cari bahagia Sistr. Aku rasa kamu sudah cukup bertahan” “Tapi masalahnya janda itu lo Nin. Usiaku baru usia 25 tahun lebih sedikit. Gimana kata orang” “Bodoh amat! Ingat Sistr! Aku juga seorang single parents” Dan kami pun terdiam dengan pikiran-pikiran kami masing-masing sambil menikmati segelas kopi. Hingga terbersit sebuah pertanyaan di otakku, “Apa salah jika perempuan memilih menjadi janda? Ya Sebagai single parent sy hrs bisa survive hidup di lingkungan masyarakat yang masih menganggap seorang janda adalah kaum yang kedua. Dia bisa menjadi seorang ayah, seorang ibu bahkan bisa menjadi seorang kawan bagiku. Saat aku telah menjadi perempuan dewasa kami pernah berbincang dengan seorang ibu yg berstatus janda krn suaminya meninggal. “Bu….kenapa dulu ibu nggak menikah lagi” “Ibu nggk mau anak-anak punya ayah tiri” “Emang ibu nggak tersiksa menjadi seorang janda” “Sangat tersiksa cantikkkk…….”, beliau tertawa dan menarik hidungku, “Ibu juga perempuan biasa. Tapi ibu yakin bahwa keputusan ibu menjadi janda bukanlah sebuah keputusan yang salah. Ibu sangat bisa menikah lagi tapi tidak ibu lakukan karena ibu bahagia memiliki anak-anak ibu. Lagian kalau ibu menikah lagi, ibu yakin mereka lebih tertarik dengan kalung yang anak-anak obi pakai”. Dan kami tertawa terbahak-bahak bersama. Dengan berjalannya waktu. Dalam kesendirianku. Dalam kesepianku aku bisa merasakan hari-hari panjang yang dilalui ibu hampir 25 tahun lebih hidup dalam kesendiriannya sebagi seorang janda. Aku bisa merasakannya walaupun aku kadang gk sekuat dn setegar ibu itu! Kembali pada masalah seorang teman yang ragu memutuskan menjadi janda. Berbeda kasus dengan ibu yadi seorang janda karena sebuah kematian. Entah bagaimana aku harus memulainya. Siapa yang tidak ragu jika harus mengungkapkan jati dirinya bahwa ia adalah seorang janda. Seperti membuka aib?. Padahal apa yang salah dari soerang janda? Bukankah itu menunjukkan kalau perempuan yang menjadi janda adalah perempuan yang kuat? Perempuan yang survive? Karena berani memutuskan hidup sendiri tanpa tergantung dari laki-laki. Janda menafkahi diri sendiri bahkan juga beban dengan menanggung anak-anak mereka. Jadi siapa yang harus dicemooh? Janda-janda yang mampu berdiri sendiri? Atau suami-suami yang tidak bertanggung jawab hingga akhirnya menceraikan mereka? Bukan perkara mudah menghapus stigma yang terlanjur melekat di masyarakat. Aku sempat berpikir apakah stigma itu di ciptakan oleh laki-laki. Melekatkan cap negative ke dahi para perempuan yang mereka tinggalkan. Supaya para duda mendapat pemakluman dan dengan mudah mencari perempuan-perempuanlebih muda, bahkan masih perawan untuk menjadi istri mereka. Karena janda adalah barang bekas yang tidak layak dibeli lagi. Pikiran yang bodoh! Keadaan ini pula yang membuat para perempuan memilih tersiksa bertahan menjadi istri dalam suatu perkawinan yang seperti neraka, dari pada bercerai dan mendapatkan julukan JANDA! Bisa kamu bayangkan seandainya salah satu temanku yang statusnya telah menjadi janda berkata, “Aku bangga menjadi janda! Saya bangga membesarkan putri saya dengan keringat saya sendiri” Bisa di bayangkan bagaimana reaksi orang yang mendengarkannya? Cibiran dari masyarakat membuat para Janda menjadi takut untuk mengakui statusnya, dan yang lebih parah adalah beberapa dar mereka menelantarkan anak mereka, menitipkan pada saudara, bahkan meninggalkan anak-anak mereka pada panti asuhan. Atau yang lebih parah membunuh mereka. Menjadi janda sudah dimusuhi masyarakat, apalagi janda yang memiliki anak. Jangan salahkan mereka. Stigma masyarakat yang menganggap mereka kaum marginal membuat mereka tertekan dan berbuat nekat. Perempuan memusuhi kaumnya sendiri. Sering terjadi, jika kita memiliki tetangga baru dan statusnya adalah seorang janda bagiaman reaksi para perempuan disana? Hahahahahahaha…….jangan memberikan sebuah pembelaan. Padahal seharusnya para janda itu mendapatkan bintang tanda jasa atas ketegaran dan ketangguhan mereka. Ah Ibuku……Lets make it simple and easy. Saat menulis ini tiba-tiba ada pesan masuk di YM-ku “Nin….menurutmu jika aku menikahi temanmu setelah ia bercerai apakah salah” Aku diam tidak bisa menjawabnya sampai beberapa kali ia mengirim pesan yang sama “Walaupun dia janda aku masih bisa menerima” Kalau seandainya temanku mempunyai anak apakah ia bisa menerima. Akhirnya diskusi panjang lebar dimulai detik ini. Menggali pikiran seorang laki-laki yang ternyata masih bisa menerima status janda. Lalu bagi mereka yang menanggap janda adalah kaum marginal? “Mengapa perempuan sering menjadi pihak yang dirugikan?” “Di mata laki-laki janda itu barang bekas…tidak ada yang mau menikahi janda” “Janda tidak layak dinikahi karena dianggap tidak sederajat” “Perempuan bercerai dianggap tidak becus, dan dianggap gagal sebagai seorang istri” “Kalau laki-laki lajang ingin menikahi janda, sudah pasti akan aada kontroversial di dalam keluarga mereka” “Belum lagi masyarakat mencibir yang menganggap si janda-lah yang menggoda” Aku benci dengan pemikiran-pemikiran gila itu. I Hate!!!! “Beda dengan laki-laki yang berstatus duda” “Masyarakat lebih mengasihi mereka. Dianggap korban karena telah dikhianati dan ditelantarkan istri” “Coba jika janda yang membawa anak, statusnya akan lebih memalukan lagi” “Sebaliknya kalau duda yang membawa anak malah dipuji-puji. Dianggap sebagai laki-laki bertanggungjawab, yang memikul nasib anaknya. Bahkan disebut sebagai lelaki yang berkualitas karena dianggap memiliki hati dan normal” “Pria lajang menikahi janda dianggap sebagi aib” “Tapi duda dengan mudah dapat menikahi perempuan lajang manapun” “Kita harus tunjukkan bahwa janda adalah janda-janda yang terhormat” “Perempuan seharusnya bangga dengan keputusannya menjadi janda” “Kita harus tunjukkan bahwa janda bisa menghidupi dirinya sendiri” “Kita harus bisa eksis tanpa laki-laki. Kita harus bisa membuat keputusan-keputusan sendiri untuk mengatasi masalah hidup sendiri” Sebuah perbincangan yang membuat adrenalinku memuncak pada sebuah ketidak adilan pada perempuan yang memilih keputusan menjadi seorang janda. Lalu apa yang aku harus lakukan. Bicara satu persatu pada semua orang dan berkata, “Please…..jangan berpikir negative tentang janda”. Ah….sudahlah! aku yakin catatan putihku tentang janda ini akan menimbulkan banyak pikiran yang kontroversi. Yang pasti kita harus belajar menghargai keputusan orang lain memilih melajang, menikah atau pun menjanda. Fuich…..menulis catatan ini seperti berlari dalam sebuah putaran masa lalu dan masa depan. Untuk mengambil sebuah keputusan yang tepat. Tanpa ada sebuah penyesalan. Jadi ingat sebuah nasehat dari kawan, “Hidup adalah pilihan ... jadi Yakinkan hati atas pilihan ... satu pilihan yang harus dikorbankan ...” Ya…apapun keputusannya ada sebuah konsekwensinya termasuk keputusan untuk menjadi janda. Buat seorang teman yang sedang bimbang, “Kita adalah perempuan. Kita punya kelemahan. Tapi kelemahan kita sebenarnya adalah sebuah kekuatan. Keep Survive Sistr!. Aku percaya kamu pasti bisa. Tak ada yang salah jika kamu memutuskan untuk menjadi janda!” Catatan kecilku pesembahkan pada Ibu yadi Janda terhormat yang membuat keluarganya juga terhormat Pada perempuan-perempuan kuat yang memilih hidup dalam kesendirian dengan manjadi Janda
Pada sebuah kekuatan, pada kelemahan, pada perempuan Pada lelaki yang masih menghargai keberadaan perempuan yang berstatus seorang Janda Aku bangga pada keputusanmu! kawan! dan ini catatan terakhir saya pagi ini,waktu sudah menunjukkan jam 02;24 dan sy sudah ngantuk dn mata sy sudah sangat lelah duduk didpn laptop.. karena besok sy libur makanya sy berani begadang malam ini..

tuhan boleh saya meminta

Tuhan boleh saya meminta? Tolong kirimkan tangan-Mu untuk memeluknya dan melindunginya Tuhan boleh aku meminta pada-Mu! Ijinkan aku melihat dia walau aku hanya mampu menatapnya dari jauh dan memastikan dia baik-baik saja Saya tidak ingin memilikinya karena saya tidak mungkin memiliknya Ah Tuhan!tolong kabulkan pinta saya! Agar dia bahagia tanpa saya Dan saya juga bahagia tanpa dia

SAKIT

Sakit? Iya saya sedang sakit. Dan ini benar-benar sakit. Tidak tau apa penyebabnya. 3 hari suhu badan saya naik turun luar biasa. Kepala juga sangat pusing, belum lagi tenggorokan yang tidak bersahabat dengan makanan. Leher dan kepala seakan menegang. Sakit di rumah sendirian itu memang tidak asyik. 3 hari saya memaksakan diri untuk ytyap bekerja. Tiap malam saya juga menghabiskan banyak jam di kedai perempatan jalan. Saya pikir saya tidak akan memanjakan tubuh saya. Hingga akhirnya saya benar-benar tidak bisa bangun. Ah… sedangkan sebotol air putih saja tidak ada di rumah ini. Nelangsa? Iya sangat nelangsa. Tidak ada satu orang pun di rumah ini. Terpikir untuk sms Deni untuk membawakan makanan atau minuman. Atau sms mbak yuni untuk di jemput dan di rawat di rumahnya. Atau sms Ika untuk membelikan obat penurun panas. Tapi keegoisan saya masih bicara bahwa saya bisa melawannya sendirian. Alhasil…… jam 5 shubuh saya menghubungi Mbak Reni dan mengatakan saya sakit. Ditertawakan itu sudah pasti. Saya pasrah saja saat saya di bawa ke puskesmas dan menunggu dokter dengan meletakkan kepala di atas sandaran kursi. Ahhh……. Kenapa saya luar biasa manja di kampng halaman sendiri. “Radang tenggorokan. Sudah parah. Jangan banyak bicara. Jangan minum dingin. Kopi. Gorengan. Banyak istirahat. Kurangi bergadang dan bla…bla…bla….” Saya sudah tidak lagi mendengarkan dokter. Saya hanya ingin memejamkan mata dan tidur. “Tidak perlu di infuse Mbak… hanya istirahat” Terserahlah… saya hanya butuh tempat tidur. “Makan Nin….” “Nggak mbak…. Tenggorokanku sakit. Pait” Saya memejamkan mata setelah memaksa makan sesuap nasi dan obat. Sakit…. Iya sakit. Saya ternyata bukan dewa. Ternyata saya hanya manusia biasa yang selama ini terlalu egois. Saya masih bisa tertawa dan melangkah sendiri saat masuk ke ruang operasi. Dan ternyata saya benar-benar seperti ilalang di musim kemarau hanya karena radang tenggorokan. Dan saya mengucapkan banyak terimakasih pada Tuhan. Saat saya seperti ini, masih ada yang mau menampung saya hingga saya dipastikan sudah sehat dan sembuh. “Mbak Ren… .. antar Ninaa pulang. “ La.. arep balik nangendi? Wes sehat beneran ta?” “Balik nang omah. Aku udah sehat kok. Serius…… Udah nggak panas” “La kalo panas lagi gimana. La nang kono kan nggak ada orang” “Tinggal sms lagi suruh jemput?”, saya mejawab sambil nyengir. Dan akhirnya saya kembali lagi di rumah kosong ini. Saya menikmatinya. Walaupun banyak orang yang melihat kasihan kepada saya. Seorang perempuan galau yang menempati sebuah rumah yang bertahun-tahun kosong sendirian. Ah.. terserah… saya tidak peduli. Toh ini rumah juga rumah saya sendiri. Saya besar di rumah ini. Masuk kedalam rumah. Lantainya sudah berdebu. Cucian baju saya belum tersetrika. Beberapa bekas botol air meineral dan gelas kosong bekas kopi masih berserak. Saya tersenyum sendiri. Saya selalu menikmati saat saya membersihkan setiap sudut rumah ini. Menyelesaikannya dengan menyiram halaman belakang dan samping seperti saat ibu menemni hari hari saya disini
. Saya bergerak sangat perlahan…..…. Ketika saya masih harus bersahabat dengan kondisi tubuh saya sendiri. Saya harus jaga kesehatan saya. Ketika agenda beberapa minggu ke depan menumpuk dan harus saya lalui satu persatu. Tuhan akan selalu memberikan yang terbaik untuk saya.

INTERMEZO

Tiba-tiba saya menikmati sore ini. Dengan otak yang sedikit membeku setelah beberapa hari dipaksa bekerja dan mengalami rasa jenuh yang memuncak. Saya duduk manis dan menikmati lelaki di depan saya. Dan tiba-tiba saya suka. Heii.... hanya suka. Dia diam, dia bernyanyi, dia duduk, menikmati minumnya. Senyumnya membuat saya tersentak. Senyum itu senyum kamu......... senyum santun dengan sebelah tangan mengusap anak rambutnya sendiri. Saya menikmati setiap gerak lelaki itu. Berdiri, berjalan, menggerakkan tangan, memiringkan kepala, menggigit bibirnya, bergoyang mengikuti lagu, sambil sesekali meneguk minuman di depannya. Ah.... saya tidak bisa mengetahui apa pesanan minumannya dari sini. Lampu disini terlalu remang. Saya tidak ingin tau namanya. Saya tidak ingin menghampirinya dan mengatakan, "hai... kau seperti kekasihku dulu". Saya memilih diam dan diam menghabiskan secangkir kopi ini. Dan kau menyanyi! "Kau cantik hari ini! Dan aku suka........ kau lain sekali dan aku suka............" Saya tersenyum sendiri. Hai laki-laki untuk siapapun lagu itu aku menikmatinya dan menganggap kau menyanyikan lagu itu untuk ku Bukankah luar biasa, jika kita perempuan, menikmati laki-laki seperti menikmati sebuah boneka jari yang di mainkan di halaman taman kanak-kanak. Saya berdiri dan membayar bill. Menangkap sekilas laki-laki yang saya nikmati dengan mata liar. Sambil tersenyum, " ini intermezo" Melangkah keluar....... hiburan sore ini sudah selesai Nin.........

SUATU PAGI

Kau tau ..... semalaman aku ingin menulis sebuah puisi sederhana untukmu yang hanya berisi 3 kata...... Aku kangen kamu........ Tapi tak ada keberanian, takut kamu tidak mau membacanya......... Suatu pagi dibelakang rumah saat hujan menjelang akhir
november.

SAYA SUKA ITU SAJA

Saya suka itu saja....... Saya suka senyum mu. Saya suka cara mu berbicara. Saya suka cara mu menenangkan sy. Saya suka cara kamu berjalan. Saya suka cara kamu memarahi saya. Saya suka cara kamu mememiringkan kepala, menggerakkan leher kamu. Saya suka melihat tertawa lebar mu.saya suka melihat kamu tidur Malam itu.
Iya saya suka ... itu saja. Saya suka.... seperti suka saya pada kupu-kupu yang terbang. Dia lebih indah bebas di alam liar dari pada saya tangkap, lalu saya kurung dalam toples. Memang, dalam toples kupu-kupu itu hanya milik saya. Tapi bukankah yang dinamakan kupu-kupu itu adalah yang terbang di taman, dengan bebas, dengan sayap-sayapnya yang indah. Kalau kupu-kup[u dalam toples, itu namanya kupu-kupu mati. Saya suka, seperti saya suka berlama-lama duduk di sebuah taman dengan air mancur di tengahnya. Membiarkan satu ada dua titik air membasahi pipi saya. Merah merona. Iya saya tergagap-gagap. Kehabisan kalima-kalimat panjang yang biasanya keluar dengan mudah dari tenggorokannya. "Lagi kehabisan suara ... abis konser", alasan klise. Kamu mengatakan saya orang baik. Dan saya juga mengatakan kamu adalah laki-laki yang sangat baik. Itu saya suka..... karena banyak yang mengatakan saya bodoh atau tolol dengan semua apa yang telah saya kerjakan. Saya suka, itu saja...... tidak lebih. "Maaf kan saya telah menulis kamu dalam catatan-catatan saya" "Kan hanya sekedar intermezo", katamu sambil tersenyum. Saya balik kanan sambil cengar cengir sendiri, membodoh-bodohkan diri saya. Kenapa harus terlalu jujur mengatakannya.Diam saja sudah cukup kan? Biar sajalah lah .... saya akan menikmati dia dengan tulisan saya. Tulisan-tulisan baru saya. Karena saya terlalalu lelah menulis hal-hal yang tidak jelas. Sebentar Nin.... bukan kah dia juga tidak jelas ah ... tiba-tiba saya suka melihat kamu. Diam... diam.... diam..... Ssssstttt........ jangan lagi beri tahu dia kalau dia adalah tokoh dalam tulisan ini. Nanti... iya nanti... dia juga akan tau. Karena dia kupu-kupu........... dia bukan milikmu . Biarkan dia terbang bebas dan liar ....... Saya selalu suka siluet wajah kamu diantara gelap dan cahaya laptopmu. Tapi saya tidak punya keberanian lagi untuk duduk manis di kursi saya. Berdiri sambil menelangkupkan tangan di dada. Saya menikmati mu dari balik pintu.......... Tiba-tiba saya merasa malu padamu .........

RINDU

Ada sepotong hujan saat senja Entah, kenapa tiba-tiba saya rindu ke kamu...... Ada kegamangan saat aku ingin menanyakan sedang dimana? Sudah makan? Hujan itu indah ........ "...... karena sekali lagi, ini adalah sebuah karya sastra tulisan, bagian dari imajinasi otak kita yang tidak lagi di pahat di artefak atau daun lontar......" Saya menepi dari hujan yang membuat pipi saya merona

DUNIA ABU ABU

Wanita yang kuat tidak menceritakan masalahnya kepada dunia. Ia menghadapinya dengan senyumam dan berbagi hanya dengan mereka yg peduli dan dianggap pantas untuk berbagi. Ia tidak banyak mengeluh dan mengumbar-ngumbar apa yg terjadi pada dirinya pada banyak orang Saya membaca sebuah status pagi ini dari seorang kawan. Saya tersenyum. Apakah saya ke GR-an? Saya hanya merasa status itu di tujukan kepada saya. Semoga aja tidak. Mengingat beberapa hari saya menulis sesuatu yang personal bagi seorang perempuan. Saya tidak pernah menyatakan bahwa semua tokoh dalam catatan saya adalah cerita pribadi saya. Mulai dari jaman saya masih menggunakan rok abu-abu sampai detik ini saya selalu menggunakan tokoh perempuan yang bernama Kim Unanara. Kata sahabat saya Deni dunia saya abu-abu. Dan saya hanya tertawa terbahak-bahak. Saya hanya menulis dan menulis apapun yang ada dalam otak saya. Walaupun mungkin saya sedikit introvert di balik tawa saya yang selalu lebar. Oh ya….saya sedang membaca sebuah buku judulnya, “Not Alone”. Buku itu menceritakan kisah-kisah perempuan yang mengalami tindakan kekerasan baik secara fiski, batin dan juga seksual. Seluruh tokoh adalah nyata. Mereka menyimpan kekerasan yang mereka alami selama bertahun-tahun dan hal itu membuat sebagian besar mereka depresi . Seorang dari mereka ada yang berani jujur. Ia menceritakan secara gamblang pelecehan seksual yang dilakukan ayahnya sendiri selama bertahun-tahun dan selalu ia rahasiakan. Kenekatan dia bercerita tentang kisah yang justru membuka aib keluarganya dilakukan agar ia bisa berbagi. Ia hanya ingin agar perempuan-perempuan yang mengalami kisah seperti dia harus bisa bangkit dan bagaimana harus bersikap. Dia juga mempunyai harapan agar para perempuan tidak mengalami pelecehan yang sebagian besar dilakukan oleh orang-orang yang terdekatnya. Dan saya selalu angkat topi untuk mereka yang berani jujur apa adanya mengenai kehidupan pribadi mereka yang bisa dijadikan sebuah pembelajaran bagi yang lainnya. Apa salah? Saya sepakat dengan kalimat “Ia menghadapinya dengan senyuman dan berbagi hanya dengan mereka yg peduli dan dianggap pantas untuk berbagi.” Saya setuju…..dan sangat setuju. Tapi pertanyaannya tidak mudah menemukan mereka yang peduli dan dianggap pantas untuk berbagi. Mungkin mereka akan mendengarkan … lalu apa? Menjadi bahan pergunjingan kan? Apalagi jika mereka saling mengenal. Menjadikan obyek dalam setiap pemicaraan. Bukanah kita suka membicarakan orang lain dari pada membicarakan dan instropeksi kepada diri sendiri? Menceritakan sesuatu yang dianggap aib dan tabu itu tidak mudah mbak…….. Saya juga tidak suka perempuan yang cengeng. Tapi saya suka perempuan yang jatuh kemudian dia bisa memotivasi dirinya untuk bangkit kembali. Apalagi jika ia juga berhasil memotivasi perempuan-perempuan yanga lain. Wanita yang kuat. “Ia tidak banyak mengeluh dan mengumbar-ngumbar apa yg terjadi pada dirinya pada banyak orang”. Saya berpikir bahwa manusiawi jika kita mengeluh. Terkadang kita lebih banyak mengeluh pada “Facebook” dari pada ke Tuhan kita masing-masing. “Mengumbar” saya pikir berbeda dengan berbagi. Lalu bagaimana dengan kasus korban perkosaan dan kekerasan dalam rumah tangga yang diekspose habis-habisan oleh media massa saat di melaporkan ke pihak yang berwenang dan di hadapan para wartawan? Disisi lain memang akan memalukan diri sendiri, tapi bukankah disisi lain sang pelaku juga akan di tahan. Sedangkan di balik sisi lainnya sebuah pembelajaran agar kita tidak terjebak dalam sebuah kasus yang sama. Aaaahh…….saya pikir tulisan saya semakin kacau. Tulisan ini bukan pembelaan atas banyaknya catatan-catatan saya tentang “kegalauan” tentang perempuan. Tapi memang ini kenyataan….. Saya hanya ingin berbagi tentang semua apa yang saya rekam dalam otak saya. Dalam pandangan saya. dalam telinga saya. Dan tidak usah mempertanyakan apakah itu kisah nyata atau kah hanya khayalan saya. Seperti kata sahabat saya, “duniamu abu-abu Nin
”. Tidak ada definisi yang jelas tentang kategori wanita kuat. Bagi saya, anda, mereka akan berbeda-beda. Hanya saja bagi saya semua perempuan itu dasarnya kuat, dan terserah bagaimana mereka mengekspresikan kehidupan mereka masing-masing. Dengan tulisan, menangis, mengurung diri, mabuk…… hidup itu bukan pilihan tapi keyakinan. Dan saya telah yakin dengan kebiasaan saya untuk terus menulis. Upsss….satu lagi. Tidak usah mengkotak-kotakkan ini perempuan kuat, ini perempuan cengeng, ini perempuan lemah. Tapi lebih pedulilah dengan mereka yang ada di samping kita. Bukankah anda tidak pernah tahu jika perempuan yang ada di hadapan anda saat ini, yang sedang berbicara dengan anda, sedang tertawa terbahak-bahak bersama anda pernah mengalami sebuah tindakan yang membuat dia terpuruk? Belajalah kepada dia bagaimana dia bisa tertawa saat dia berada dalam sebuah titik terburuk dalam kehidupannya. Lalu apa tujuan saya menulis catatan ini. #saya menggaruk-garuk kepala saya# entahlah saya tidak tahu….. saya hanya ingin menulis saja….sederhanakan? Terserah siapapun yang membacanya! “Jangan menulis terlalu vulgar Nin” “Saya tidak vulgar. Saya tidak menggambarkan percintaan fisik atau hubungan ranjang” “Jangan menulis kontrpversi Nin” “Tentang poligami dan poliandri? Tahun kapan saya menulisnya? Setiap orang kan mengalami proses. Saya tidak akan menghapusnya. Biar menjadi sejarah bagaimana saya di tahun itu” “Jangan menulis masalah pribadi kamu Nin” “Masalah pribadi yang mana? Apakah saya menyertakan ini adalah kisah nyata. Seperti di buku-buku best seller” “Aku tidak suka tulisan mu Nin” “Ya sudah jangan di baca…beres too? Kalau tampil di beranda kamu atau wall kamu tinggal sembunyikan delete atau sekalian blokir. Sederhana kan…….?” Sebentar ….bukankah catatan ini saya buat awalnya saat saya membaca status seorang kawan? Kenapa jadi melebar seperti ini? Padahal belum tentu dia menulis status itu untuk saya…… Maaf ya mbak….saya memang kreatif. Dari sebuah status saja saya bisa menulis sepanjang ini. Hei….tapi tulisan ini bukan buat anda ya….tapi buat siapa saja yang mau baca. Mata uang mempunyai dua sisi. Jika anda melihat dari sisi kanan mungkin saya melihatnya dari sisi lain. Finish….selesaikan kerjaan mu yang lain Nin! (ini adalah kisah nyata). Dunia ku tidak hanya dunia abu-abu Den…… Oh dear,….kamu pasti akan menggeleng-geleng kepala membaca tulisan ku ini. Sabar ………!

IJINKAN SAYA MENJADI ANGIN

Tiba-tiba saya ingin menjadi angin. Agar bisa menari dan bergerak tanpa rasa sakit yang diam-diam saya simpan. Seperti malam ini......saya benar-benar mau menjadi angin agar dapat terbang melintas tanpa batas. Menggerakkan ranting dan menggugurkan daun kering. Lepas melintaskan air hujan yang tempias di teras rumah pada perempuan yang duduk di depan jendela menunggu kekasihnya datang. Bergerak bebas meniup silir-silir pada lelaki tua yang sibuk dengan radio buntut tepat di perempatan dekat rumah. Menemani dia bermimpi dalam kesendiriannya. Saya ingin menjadi angin tanpa berbentuk agar saya bisa menyelinap di kamarmu. Menatap wajahmu, matamu, membelai sedikit anak rambutmu atau meniup sedikit kelopak matamu agar kamu lelap dan beristirahat. Tidak apa.... saya tidak melihat retina coklatmu. Menatap mu sebentar saja sudah cukup. Saya tidak akan mengusik kamu atau siapapun yang ada di dekatmu. Setelah kamu terpejam, ijinkan saya berdiam sejenak barang satu atau dua menit. Lalu saya akan pergi kembali. Saya tidak akan menyentuhmu...... tidak akan mencium kening mu atau apalah itu sebagai tanda sebuah perpisahan. Karena saya hanyalah angin.........saya hanya ingin berbisik perlahan di telingamu, "aku merindumu" Lalu saya akan keluar kembali menyelinap diantara jendela kamar mu untuk melanjutkan perjalanan saya. Entah kemana.....karena saya tidak pernah tahu kemana saya pulang. Bahagia kamu... ada yang menunggu atau kamu tunggu saat kamu berada dalam kamar mu. Bukan seperti saya....... .. Lalu tertatih saya akan menata hati kembali sendiri menelusuri malam. Dari satu gelas kopi ke gelas kopi yang lain. Melintasi pasangan muda yang sedang jatuh cinta. Membelai bayi-bayi kecil dalam dekapan ibunya. Menemani pasangan tua ditaman yang sedang berpegang tangan. Saya hanya angin....... .. Dan akhirnya berhenti di
sebuh tanah lapang. Ada beberapa nisan dan saya sang angin berputar sebentar, perlahan tanpa suara. Berhenti....... Akhirnya saya harus hentikan keinginan ku untuk menjadi angin. Tangan saya mulai susah digerakkan, perut saya tersa tegang dan saya menekuk lutut mendekatkan pada dagu. Saya menangis tanpa air mata, "Tuhan.... hukuman apalagi?" "Istirahatlah .... kasihan badan otakmu yang lelah karena terus kamu ajak berlari" Kamu tidak pernah tahu ......saya sedang berkejaran dengan waktu. Saya tidak ingin kalah !!!!!!!!! Saya memberontak dan akan hidup seribu tahun lagi. Tiba-tiba saya langsung berubah menjadi angin, terbang.... terbang..... menyimpan gundukan rahasia di bawah tumpukan senyum. Hidup ini luar biasa # bergoyang..... bergoyang ...... menari-menari menjadi angin Lelaki...... mau menari denganku? Saya takut jatuh cinta padamu #RH

QUICK NOTE # JUMAT

semua orang pasti merasa lelah.. merindu..merana..sakit.. sekuat apa pun seorang wanita tetaplah menangis meski hanya dalam hati.. Iraa Rachmawati : bukan cinta yang terlihat di mata saja..tapi juga yg tersimpan jauh dilubuk hati...... Sebuah pesan menohok saya malam ini. Dari seorang teman kerja. Saya pikir tidak ada yang memperhatikan saya yang menyepi di depan laptop sambil mengenyit kan kening. Muka saya yang meneku-nekuk tidak jelas. Sebuah mention di facebook seakan sebuah tamparan halus yang mengatakan, "Hai Ninnaa..... kamu pikir kamu tinggal seorang di muka bumi ini" Lelah memang iya.... sangat lelah ....... Sakit .... iya saya katakan saya sedang sakit. Saya memaksakan kepala saya terus mendongak. Terpejam perlahan di depan pintu sambil bepegang pada handle. Atau tetap memaksakan tersenyum saat berbincang dengan seorang guru yang bercerita tentang anak didiknya yang masih bersekolah di SD suka kepada saya, padahal di kepala saya penuh dengan bintang-bintang kecil berwarna perak. Sederhana ..... saya hanya ingin bergerak. Karena diam membuat saya akan mati. Dan Tuhan selalu mengirimkan banyak tangan malaikat untuk saya,anna,mb watik,mb ika,Tigor,Rudi,Varuq,Rizqi..Kita bukan lagi team ..... kita keluarga di sebuah kerajaan Armada town square
Dan malaikat bermata coklat dengan dua bayang-bayang di antara kami......... : saya membuatkan satu - satu perahu kertas untuk kalian, kelak kalian akan berlayar dengan nya walau pun tanpa saya Tidak perlu khawatir dengan saya.... karena Tuhan selalu menuliskan skenario yang luar biasa untuk saya

Sehabis Cuci muka

Saya sudah dirumah. Setiap malam selalu pulang menjelang jam 9
teng. Saya benci ketika saya masuk rumah lampu masih mati mulai depan sampai belakang. Dan saya harus meraba-raba dinding untuk mencari saklar lampu. Fuich..... setiap pulang ke rumah saya selalu sadar bahwa saya satu-satunya penghuni selain tikus dan cicak-cicak di dinding. Apa saya perlu ceritakan secara gamblang alasan saya menjalani hidup seperti ini. Ahh tidak penting, biar menjadi rahasia saya. Setiap hari bagi saya luar biasa. Termasuk hari ini. Mulai sibuk dengan pekerjaan saya.Minum secangkir teh dan mendengarkan curhatan laki-laki yang patah hati. Lalu berkumpul dengan teman-teman saya di kedai. Ini menjelang tengah malam dan sudah cuci muka. Dan inilah saya. Mengurai rambut saya yang semakin lama semakin menipis. Saya selalu benci menyisir rambut dan menemukan kerontokan yang tidak wajar. Jika seperti ini saya bisa botak. Saya berpikir untuk memotongnya pendek sekalian, tapi bukankah saya harus bersyukur saat saya masih mempunyai rambut walau mungkin tidak seindah dulu. Setelah mencuci muka saya benar-benar menjadi Nina bukan Ninaaaa. Melemah.... menggulung badan. Menikmati setiap detik-detik menjelang tengah malam dan berdamai dengam kenyataan. Berharap segera pagi dan saya bisa lagi menjadi matahari Iya.. saya selalu menikmati catatan-catatan dari Tuhan yang selalu saya baca menjelang tengah malam. Lalu bagaimana dengan kamu laki-laki bermata coklat? Dengam garis mata menurun yang membuat matamu tajam tapi syahdu. Apakah kamu juga menikmati catatan-catatan saya ini? Entahlah saya tidak lagi banyak berharap kamu membacanya.karena saya takut jatuh.. sy selalu mencoba ikhlas dn jln apa yg kamu pilih asal dengan 1 Catatan km bahagia.. " ada apa dengan statusmu Nin" " asmara tidak secengeng yang aku kira" Saya tersenyum sendiri. Iya benar, saya pikir berbicara ttg asmara itu membuat kita syahdu, merindu, menangis atau .....cengeng. Tidak untuk saya. Asmara yang saya kenal saat ini luar biasa. Membuat saya kembali tertawa, menulis walaupun harus paranoid # kamuflase semu, kata temanku "Dia kangen aku nggk ya?" "Hah? Nggak salah kamu bilang kangen Ninn?" Saya tertawa-tawa dan berusaha lupa apa yang saya katakan pagi tadi. Dan ini malam setelah saya cuci muka. Dan saya ternyata hanya perempuan biasa yang bisa mengalami kelelahan luar biasa. ; Jatuh cinta searti dengan menjadi sinting dan sekaligus berakal sehat "Kapan kamu mau menemani saya minum teh? Saya ingin bercerita pada mu tentang pelangi di malam hari" Pertanyaan itu akhirnya hanya berhenti disini. Kamu ..... yang sedang sama sibuknya dengan ku untuk menata hati

SIMPAN

Saya membuat sebuah hati. Dari bongkahan-bongkahan masa lalu. Saya mengerjakanya diam-diam. Dengan ribuan doa. Saya mengerjakannya menjelang malam sendirian. Saya tidak ingin ada seorang pun yang tahu. Saya malu. Karena hati yang saya buat ini tidak akan pernah terwujud sempurna Jika pagi saya menyembunyikannya di bawah bantal. Tidak boleh ada yang tahu.....saya takut ada yang suka dan merampasnya sehingga kehilangan hati untuk kesekian kali. Hati itu sudah jadi. Tidak sempurna. Bopeng-bopeng seperti wajah bulan di lihat teropong. Saya berhadapan dengan kamu. Hati itu saya sembunyikan di tangan kanan dan ku lesapkan dalam saku. Saya menghela nafas dan berbalik kanan. Saya sempat melihat ekor anak matanya. Saya diam dan melanjutkan perjalanan tanpa perlu memberikan hati ini. Hati yang tidak pernah berbentuk sempurna. Saya terpekur sendiri. Di sebuah malam dengan hati di hadapan. Saya meraihnya perlahan dan melesapkannya di sebelah hati saya. Ini rahasia. Hanya saya yang tahu di sebelah mana hati itu tersimpan aman. Tanpa perlu saya bagi kepada siapapun. : Hanya perlu sebuah kejujuran Saya menundukkan kepala. Jujur atau tidak jujur, hati yang telah saya simpan ini tidak akan pernah aku bagi Kecuali kamu yang memintanya. Tapi itu tidak akan pernah terjadi bukan? Saya simpan perlahan-lahan
hati dan cinta ini unuk kamu. Ssssstt diam! Saya diam dan balik kanan.........

Hidup ini Indah dan sebuah Anugerah

Ada seorang gadis buta yang membenci dirinya sendiri karena kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang kecuali kekasihnya. Kekasihnya selalu ada disampingnya untuk menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi kekasihnya hanya jika dia bisa melihat dunia. Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepadanya sehingga dia bisa melihat semua hal, termasuk kekasihnya. Kekasihnya bertanya, "Sekarang kamu bisa melihat dunia. Apakah kamu mau menikah denganku?" Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya ternyata buta. Dia menolak untuk menikah dengannya. Kekasihnya pergi dengan air mata mengalir, dan kemudian menulis sepucuk surat singkat kepada gadis itu, "Sayangku, tolong jaga baik- baik mata saya." Kisah di atas memperlihatkan bagaimana pikiran manusia berubah saat status dalam hidupnya berubah . Hanya sedikit orang yang ingat bagaimana keadaan hidup sebelumnya dan lebih sedikit lagi yang ingat terhadap siapa harus berterima kasih karena telah menyertai dan menopang bahkan di saat yang paling menyakitkan. Hari ini sblm km berfikir utk mengucapkan kata-kata kasar ingatlah akan seseorang yg tdk bisa berbicara. Sebelum km mengeluh mengenai cita rasa makananmu ingatlah seseorg yg tdk pny apapun untuk dimakan. sebelum km mengeluh tentang hidupmu ingatlah akan seseorang yg begitu cepat pergi ke alam kubur dg masih menyisakan kemiskinan. dan ketika km lelah dn megeluh ttg pekerjaanmu ingatlah akan para pengangguran org cacat yg bersujud memnginginkan pekerjaan sepertimu. dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu pasanglah senyum diwajahmu dn berterimakasihlah pd Tuhan krn engkau masih hidup dan ada didunia ini. Hidup adalah anugerah,syukurilah,jalanilah,nikmatilah dn isilah hidup ini dg sesuatu yg bermanfaat utk manusia. NIKMATILAH SETIAP SAAT DALAM HIDUPMU, KARENA MUNGKIN ITU TIDAK AKAN TERULANG LAGI! untuk waktumu selanjutnya!!!!!

Sisi Lain Anak jalanan

pernah terlintas dipikiran kalian. ..lebih hebat manakah kita dengan anak jalanan/pengamen?? apakah kita yang lebih Hebat?bagi kalian yg menjawab demikian KALIAN SALAH BESAR!!!taukah apa yg membuat komen kita tersebut salah? Mungkin bila kita melihat anak jalanan/pengamen yg sll ada dibenak kitA adalah,anak yg kotor,kumuh,dan nakal. Memang semua itu benar,tapi ada satu hal yg lebih berharga dibalik semua itu,anak jalanan/pengamen mempunyai suatu keistimewaan yg tdk kita miliki.apa keistimewaanya?? Tiap hari mereka mampu melawan kekejaman kehidupan hanya untuk 1 tujuan yaitu mencari uang untuk hidup 1 hari.Walaupun yg didapat sedikit namun mereka tetap bersyukur dan tak mengenal kata 'putus asa' untuk kembali berjuang pada hari-hari berikutnya. Namun bagimana dengan KITA?????kita tidak tiap hari merasakan kekejaman dunia,hanya pd waktu tertWntu S
aja ,namun lebih parahnya kita selalu gampang berputus asa bila mengalami kegagalan dan yg lebih parahnya lagi kita tidak pernah mensyukuri apa yg kita punyai saat ini. sekarang lebih hebat manakah?KITA atau ANAK JALANAN??!!!

Masih tentang Nafasku

Anak ku sayang…. sedang apa engkau nak? mama sedang mengalut rindu padamu. Jauhnya engkau dari pelukan mama membuat hati selalu bertanya. Maafkan mama jika engkau merasa terlalu di awasi. saat sendiri seperti ini banyak hal yang ingin mama ceritakan padamu. Hanya engkau tempat mama berkeluh berkesah. Jangan bosan anak ku, mama berjanji akan mengganti segala perhatianmu dengan cinta yang tak berujung, tak bertepi. Sama luasnya dengan samudera yang diciptakan Allah, setara dengan tingginya langit biru yang menaungi harapan kita. saat engkau masih kecil, mama selalu memelukmu. Mungkin itu penyebab sampai saat ini rasanya kosong tanpa pelukanmu. Cinta mama terhadap mu serupa embun yang turun di pagi hari, menyejukkan rumput liar yang tumbuh di halaman rumah kita. Ingatkah kau anak ku sayang, dulu… dulu sekali, kau sangat suka bergayut manja di bawah lengan mama. Padahal mama masih lekat dengan peluh sehabis pulang kerja. Namun kau mendekap ku dengan penuh cinta, tak hirau atas aroma yang jelas-jelas terhirup oleh hidung mungilmu. Anak ku sayang.. Berdua melalui pahit getirnya hidup yang telah di torehkan pada takdir kita. Sering mama menahan tangis, saat melihat engkau berjalan disampingku, menjujung nasib di atas kepala mungil mu. Sering mama mendecap lirih, menahan isak yang mencekat leher saat mama melihat senyum mu menyapa segelintir orang yang menyinggahi kita, membayar seperak-dua perak atas nasib yang kita jujung bersama. Engkau putra kecilku yang tabah. Tak mengeluh, walaupun mama tahu hatimu nestapa. Maafkan mama, tak mampu memakaikan renda putih bersulam mawar jingga di bajumu. Maafkan mama tak mampu melapisi kaki mu dengan sepatu berkulit lembut. mama mu benar-benar tak mampu untuk semua itu. Anak ku sayang… Luka kah engkau atas masa yang telah mama torehkan padamu? Tak ada kuasa mama untuk menukar dan membalikkan waktu. mama ingin melakukan apapun buat mu, anak ku sayang. Namun tak ada sayap ku untuk membawamu terbang. Berkeliling mengitari dunia, agar engkau melihat betapa banyak cinta dan kasih sayang di hati mama untukmu. mama hanya mampu mencipta angan untuk mu. Menggaungkan harapan di setiap langkah mu. Menggantungkan mimpi disetiap pagi mu. mama mu benar-benar hanya mampu untuk itu. Anak ku sayang…. Kini engkau mulai beranjak dewasa. Engkau tumbuh menjadi pangeranku yang gagah. Pesonamu serupa pelangi, si pembuat senyum saat orang menatapnya. Santun mu tak menepi, serupa saat dulu kau menawarkan nasib yang kita jujung bersama. Engkau telaga kecilku, tempat mama melepas dahaga setelah di kecap sengat matahari. Jangan lah engkau berganti rupa nak, jangan pula menambah rupa. Jangan gentar menghadapi nasib mu kelak. Ada atau tiada mama disisimu, tetaplah mengayun langkah. Karena mama tak mampu lagi bertahan disisi mu. Jangan menangis nak, jangan iringi kepergian mama dengan isak mu. Simpanlah ia seperti mama dulu menahan tangis saat kita berjalan berdampingan menjujung nasib. mama mencintaimu. Sama seperti cintamu pada mama. Tapi waktu kita telah sampai. mama tak bisa mengajakmu. Perjalanan kali ini harus mama jalani sendiri, tanpa mu anak ku. Do’a kan mama. Hanya itu yang mampu menolong mama saat kesulitan menerpa di tengah perjalanan nantinya. Tak perlu lagi mama membuka mata nak, karena dari kelopak mata yang tertutup ini pun mama mampu merasakan cinta di setiap sentuhanmu yang lembut menggenggam tanganku. Pinta mama, kumandangkan namaNya, dekat ditelinga mama, agar aku mampu mendengarnya dengan jelas. Agar sampai ke kalbu, mengantar pergi mama dengan indah, tanpa rasa takut menghadapNya. Anakku kelak jika mama harus pergi jgn pernah lupain mama,doakan mama selalu sehat disini agar mama bisa sll memelukmu menemanimu ketawa ketiwi.. mama mmg sakit nak tp karna kamu mama kuat,mama kuat krn kamu nak,kamu semangat mama,km nafas mama.. m

DIA adalah Nafasku

Doa untuk anakku Anakku, belahan jiwaku.. Waktu berlalu tanpa pernah kita sadari Namun pelukan sayang ibu tak pernah kehilangan arti Dekapan hangat ibu juga selalu menyertai Doa tulus ibu melekat erat dalam ayunan langkah merajut mimpi Anakku, jendela sanubariku.. Perjuangan itu kini sudah dihadapan Saatnya menjalani hidup dengan penuh kemandirian Hadapi tantangan dengan senyuman Sapa setiap kesulitan dengan keikhlasan Raih bintang dengan penuh harapan Anakku, lentera hidupku.. Hidup ini tidak terlalu mudah dijalani Ada kesulitan yang akan memperkaya hati Tapi.. Jadilah pemenang layaknya juara sejati Dengan rendah hati dan luhur budi Bertabur kasih bersulam pekerti Anakku, bintang harapanku.. Ayunkan langkah dengan ringan hati Gapai setiap mimpi yang ada di sanubari Bentangkan asa agar menjadi nyata Tuhanku, ijinkan aku memohon Lindungi anakku dalam teduh karunia-Mu Bimbing anakku di setiap persimpangan yang membuatnya bimbang Beri kemuliaan budi agar membuatnya berarti Teteskan kebesaran jiwa agar membuatnya bermakna Sentuh hatinya dengan semangat tulus untuk berbagi Tanamkan keyakinan terhadap kebaikan Penuhi tekadnya dengan kerja keras dan pantang menyerah Teguhkan pribadinya agar tidak mudah goyah Tuhanku.. Terima kasih untuk karunia terindah ini Terima kasih untuk anugerah tidak ternilai ini

'DIA'

Dia yang akhir-akhir ini selalu menemaniku di malam hari sebelum tidurku walaupun hanya dengan mendengarkan suaranya karena jarak yang memisahkan, dengan setianya dia mendengarkan ceritaku dan selalu ingat untuk membuatku tersenyum dipagi hari dengan candanya yang ringan dan menyenangkan...kata-kata rindunya yang kadang membuatku bertanya dalam hati, benarkah? Dan mimpi-mimpinya bila kita bisa ber sama... Kuakui semua terdengar lucu dan menyenangkan dan aku menyukainya... Kesederhanaannya dalam segala hal dan tindakannya yang spontan dan kadang seringkali konyol, tidak menghilangkan rasaku . .. Dan aku menyukainya...sangat! Ya aku luluh akan matanya yang indah itu, seindah hatinya... Caranya untuk membuatku tertawa yang tiada habisnya, melupakan semua kesedihan dan kegundahanku yang sering datang tiba-tiba, terutama rasa sepi yang hampir menggerogotiku di malam hari... Ya...aku merasakan lagi, cinta yang tanpa syarat itu, Aku tak berharap banyak dengan hadirnya dia, namun kan kunikmati segala rasa yang menghampiriku disaat bersamanya...itupun cukup buatku...cukup membuatku bangkit dari kekosongan yang nyaris mematikan...dan entah sampai kapan aku bisa bersamanya, siapapun nggak akan pernah tau...bolehkah aku menikmatinya? Dan membuktikan pada diriku sendiri bahwa akupun masih bisa memberikan yang terbaik buatnya yang menyayangiku tanpa batas? That's all I need...

Nobody has a "Perfect Life..."

Tulisan ini bukan cerita tentang aku, melainkan kisah seseorang yang kukenal sangat dekat denganku beberapa tahun terakhir. Sebut saja Dilla namanya. Perkenalan kami bermula dari pertemanannya dengan seseorang yang pernah ada dalam hidupku yang sekarang sudah tiada, dan akhirnya kami bersahabat sampai saat ini. Kesan pertama aku berkenalan dengan Dilla adalah dia s eorang yang sangat cekatan, sangat perhatian dan tipikal seorang sahabat yang baik dan setia. Itu sudah kulihat sendiri bagaimana dia memulai persahabatannya dari hubungan kerja dengan almarhum. Perhatiannya pada orang-orang disekelilingnya membuatku betah menjadi temannya. Dan kadang aku suka iri melihat karakternya yang menurutku sangat unik, dia gigih dan sangat bertanggung jawab pada apapun yang dia kerjakan. Apapun kondisinya dia jarang mengeluh, tetap saja dikerjakan dengan senang hati walaupun kadang hatinya dongkol dalam keadaan tertentu...hehehhe. Dia selalu ada walaupun seringkali kita jarang bertemu, karena kesibukan kita masing-masing. Tapi perhatiaannya padaku tetap tidak hilang. Kadang aku merasa nyaman untuk mencurahkan isi hatiku padanya. Belakangan ini aku sering memperhatikan dia dari jauh, memantaunya dari melihat status-status di BB :) *you know i always watching you from here just to make sure that you're okay... dalam hal mencari seseorang yang tepat, sampai saat ini dia belum mendapatkan pendamping pujaannya. Seringkali dia jatuh di pelukan seorang laki-laki yang sudah beristri, dan dalam kondisi itu tentu saja membuat dia harus menunggu sesuatu yang tidak pasti. "Dia mau nikahin aku tapi untuk jadi istri kedua din..." begitu suatu saat kepadaku. sebeneranya aku tidak terlalu terkejut mendengarnya, dari ceritanya aku tahu bahwa hubungannya dengan lelaki itu sudah lama putus dan tanpa sengaja mereka bertemu kembali dengan keadaan yang berbeda sekarang, dia sudah tidak single lagi. Jujur aku iba mendengar cerita Dilla, dia benar-benar seorang yang baik and i think she deserved to have someone better, "Dia akan menikahi aku apabila aku mau pindah ke agamanya..." suatu saat Dilla menceritakan hasil obrolannya dengan lelaki itu. Lalu kamu mau penuhi permintaannya?? tanyaku kepada Dilla. Aku sadar bahwa Dilla sedang jatuh cinta setengah mati. Perlahan aku menjelaskan pendapatku bahwa apapun yang ditawarkan itu hanyalah harapan semu yang pada akhirnya akan menyakiti hatinya suatu saat. Mana ada manusia yang adil?? yang ada aku membayangkan Dilla akan banyak berkorban perasaan demi membahagiakan lelaki itu, aku tahu bagaimana seorang Dilla yang akan memberikan perhatian dan kasih sayangnya abis-abisan demi membuat temannya senang, apalagi terhadapnya, pikirku.... Sebagai seorang sahabat, tentu saja aku sangat khawatir melihat situasi yang dihadapi Dilla, aku sangat mengerti bagaimana perasaannya, aku tahu dia sedang bahagia saat ini, tapi dibalik itu semua pasti hatinya pun tidak menentu. Aku hanya bisa bilang; sabar lah sedikit lagi padanya, suatu saat pria idamanmu akan datang menghampirimu, asalkan dirimu bisa menjauh dari kondisi yang sekarang sedang kau jalani. Nggak akan terbuka juga kesempatan orang lain untuk mendekatimu. Aku tahu, pasti hatinya hancur saat ku sampaikan pendapatku. Tapi aku hanya ingin agar dia bisa melihat dari sisi lain, hidup itu selalu ada pilihan, tergantung dengan apa yang ingin dia pilih dengan segala konsekuensinya tentunya. Sebagai sahabat aku hanya bisa mengingatkan dan berdoa untuk kebahagiaannya tanpa harus menjauh dan memperlakukan dia layaknya musuh masyarakat. Dia tetap Dilla sahabatku, dan aku yakin sooner or later dia tahu apa yang akan dia pilih untuk hidupnya. Dan aku tetap akan disini untuknya..in good or bad, coz i believe she will do the same...Just to be there when I needed too! Friendship Nobody has a perfect life... Everybody has their own problems and some people just know how to deal with it in a perfect way.

What Storm's all About

Ternyata menyisihkan waktu untuk diri sendiri itu perlu, dengan segala kesibukan dan tugas-tugas yang harus selesai dengan adanya tengat waktu kadang kita lupa untuk memberikan waktu bagi diri sendiri. Lupa akan signal tubuh yang memberikan kode "akupun perlu diperhatikan". Aku pernah merasakan "hidup hanya untuk hari ini" tidak ada yang pernah membuatku risau, sedih dan galau...hidup terasa tanpa beban less stress, sampai-sampai aku benar-benar fokus pada apa yang ada di depanku, hingga hal-hal kecil sekalipun,seperti bagaimana si Popo (kucing anggora kakakku) begitu agresif menggoda pacarnya hingga lahirlah 5 anaknya yang lucu-lucu. Begitu juga bagaimana aku memilah-milah hal-hal yang kira-kira akan membuatku lelah dan stress lainnya. Waktu berjalan hingga aku mulai melakukan berbagai kegiatan baru dan tanpa kusadari bahwa segala sesuatu yang kujalani pasti ada resikonya dan kerikil-kerikil yang seringkali membuatku khawatir berlebihan hingga lupa prioritasku akan kesehatanku. Tapi kupikir saat itu, bagaimana aku bisa maju dan meneruskan hidupku seperti apa yang aku inginkan bila segala sesuatunya harus selalu kukhawatirkan? dengan bermodalkan nekat dan tujuan baik tentunya, aku tetap taking that risk, life must go on and i have to live my life without fears...i know God have a good reason to create me in life and I always pray for my health and happiness. Bukan berarti hidupku mulus-mulus aja untuk sampai ke tahap sekarang ini, dari mulai membangun kepercayaan klien yang tidak selalu mudah untuk dilalui, kehilangan seorang sahabat karena perbedaan pandangan dan waktu yang sulit kubagi untuk menjalankan pekerjaan rutin sebagai seorang karyawan dengan bisnis yang kujalani sendiri, serta menghadapi orang-orang yang sulit untuk bekerja sama. Namun hal itu buatku bukanlah suatu kegagalan atau keterpurukan yang membuatku menyerah dan menggantungkan nasibku pada keluarga atau orang lain. Kekecewaan pasti selalu ada, namun bagaimana aku menyikapi kekecewaan sebagai bahan pelajaran yang berharga untuk hidupku dan masa depanku kelak, its really an important life lesson i ever had and i still standing here, alive!Once the storm is over, you won’t remember how you made it through, how you managed to survive. You won’t even be sure, whether the storm is really over. But one thing is certain. When you come out of the storm, you won’t be the same person who walked in. That’s what this storm’s all about.

Menjelang Dini Hari...

Aku hanya perlu bernafas untuk dapat menikmati udara yang masuk dalam rongga-rongga tubuhku hingga semua organ-organ tubuhku berfungsi dengan baik. Aku hanya perlu keterbukaan agar aku lega dari kegundahan yang tak beralasan lepas dari segala prasangka yang negatif Aku hanya ingin diberikan kesempatan untuk menerima kekuranganku dan meraih harapan yang kuinginkan dan membuang beban dipundakku tanpa sisa Aku hanya ingin selalu ingat untuk tidak lupa bersyukur dan menikmati hikmah kebesaran-Nya tanpa pernahku mencelanya Aku hanya ingin diberikan kemudahan untuk menerima bahwa tidak ada yang abadi di dunia ini sehingga aku sadar aku tak kuasa untuk mengikat apapun dan siapapun ciptaan-Nya Aku hanya butuh kasih sayang yang tak terkondisikan yang mampu membuatku berkaca bahwa tidak ada yang sempurna dalam hidup ini

Hope You Believe That I Had.

aku bukan manusia yang sempurna, yang mampu menangkap maumu. berbagai cara sudah kucoba, namun bukan itu yang kamu mau, maka aku berhenti, membiarkan semua berjalan seperti maumu. sulit melampiaskan rasaku, buatku semua ada caranya, hanya soal mau atau tidak. kucoba melihat dari sisimu, tapi tak juga bisa menyatukan apa yang ada di kepalamu dan kepalaku. semua hanya kekecewaan dan ketakutan dan yang paling parah ada kegagalan di kepalamu yang belum tentu terwujud. kucoba tenggelamkan diriku kedalam ruang hatiku yang paling dalam, kurasakan, kuraba dan kumendengarkan. tapi tidak ada lagi suara yang dulu kupunya, sepertinya lenyap...khawatir dan ragu...hanya itu yang ada. namun hanya harapan yang kupunya...tapi aku tak lagi merasa sanggup mewujudkannya.... sudah kuberikan sepenuhnya rasaku.. dan tidak ada yang lain ... hanya waktu yang akan menjawab... if you never would believe that I had? Do I give up now? and lose something I never had? or can I continue to hope and to dream?

In Order to Love Yourself...

pernah nggak sih kamu merasakan bosan? bosan karena kemunafikan, keserakahan dan kebohongan orang-orang disekeliling kamu? kadang baik...kadang pedas...kadang lembut....kadang jahat...kadang manis...dan kadang sinis? lalu kenapa sih harus dipertahankan? bertahan pada sesuatu yang kamu tahu itu tidak membuatmu nyaman? life is about choices... so why don't you make one good choice in life in order to love yourself? find your passion and live with it! grows with it! and fight for it!!!
Powered By Blogger