Senin, 26 November 2012

Sehabis Cuci muka

Saya sudah dirumah. Setiap malam selalu pulang menjelang jam 9
teng. Saya benci ketika saya masuk rumah lampu masih mati mulai depan sampai belakang. Dan saya harus meraba-raba dinding untuk mencari saklar lampu. Fuich..... setiap pulang ke rumah saya selalu sadar bahwa saya satu-satunya penghuni selain tikus dan cicak-cicak di dinding. Apa saya perlu ceritakan secara gamblang alasan saya menjalani hidup seperti ini. Ahh tidak penting, biar menjadi rahasia saya. Setiap hari bagi saya luar biasa. Termasuk hari ini. Mulai sibuk dengan pekerjaan saya.Minum secangkir teh dan mendengarkan curhatan laki-laki yang patah hati. Lalu berkumpul dengan teman-teman saya di kedai. Ini menjelang tengah malam dan sudah cuci muka. Dan inilah saya. Mengurai rambut saya yang semakin lama semakin menipis. Saya selalu benci menyisir rambut dan menemukan kerontokan yang tidak wajar. Jika seperti ini saya bisa botak. Saya berpikir untuk memotongnya pendek sekalian, tapi bukankah saya harus bersyukur saat saya masih mempunyai rambut walau mungkin tidak seindah dulu. Setelah mencuci muka saya benar-benar menjadi Nina bukan Ninaaaa. Melemah.... menggulung badan. Menikmati setiap detik-detik menjelang tengah malam dan berdamai dengam kenyataan. Berharap segera pagi dan saya bisa lagi menjadi matahari Iya.. saya selalu menikmati catatan-catatan dari Tuhan yang selalu saya baca menjelang tengah malam. Lalu bagaimana dengan kamu laki-laki bermata coklat? Dengam garis mata menurun yang membuat matamu tajam tapi syahdu. Apakah kamu juga menikmati catatan-catatan saya ini? Entahlah saya tidak lagi banyak berharap kamu membacanya.karena saya takut jatuh.. sy selalu mencoba ikhlas dn jln apa yg kamu pilih asal dengan 1 Catatan km bahagia.. " ada apa dengan statusmu Nin" " asmara tidak secengeng yang aku kira" Saya tersenyum sendiri. Iya benar, saya pikir berbicara ttg asmara itu membuat kita syahdu, merindu, menangis atau .....cengeng. Tidak untuk saya. Asmara yang saya kenal saat ini luar biasa. Membuat saya kembali tertawa, menulis walaupun harus paranoid # kamuflase semu, kata temanku "Dia kangen aku nggk ya?" "Hah? Nggak salah kamu bilang kangen Ninn?" Saya tertawa-tawa dan berusaha lupa apa yang saya katakan pagi tadi. Dan ini malam setelah saya cuci muka. Dan saya ternyata hanya perempuan biasa yang bisa mengalami kelelahan luar biasa. ; Jatuh cinta searti dengan menjadi sinting dan sekaligus berakal sehat "Kapan kamu mau menemani saya minum teh? Saya ingin bercerita pada mu tentang pelangi di malam hari" Pertanyaan itu akhirnya hanya berhenti disini. Kamu ..... yang sedang sama sibuknya dengan ku untuk menata hati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger