Senin, 26 November 2012

Nobody has a "Perfect Life..."

Tulisan ini bukan cerita tentang aku, melainkan kisah seseorang yang kukenal sangat dekat denganku beberapa tahun terakhir. Sebut saja Dilla namanya. Perkenalan kami bermula dari pertemanannya dengan seseorang yang pernah ada dalam hidupku yang sekarang sudah tiada, dan akhirnya kami bersahabat sampai saat ini. Kesan pertama aku berkenalan dengan Dilla adalah dia s eorang yang sangat cekatan, sangat perhatian dan tipikal seorang sahabat yang baik dan setia. Itu sudah kulihat sendiri bagaimana dia memulai persahabatannya dari hubungan kerja dengan almarhum. Perhatiannya pada orang-orang disekelilingnya membuatku betah menjadi temannya. Dan kadang aku suka iri melihat karakternya yang menurutku sangat unik, dia gigih dan sangat bertanggung jawab pada apapun yang dia kerjakan. Apapun kondisinya dia jarang mengeluh, tetap saja dikerjakan dengan senang hati walaupun kadang hatinya dongkol dalam keadaan tertentu...hehehhe. Dia selalu ada walaupun seringkali kita jarang bertemu, karena kesibukan kita masing-masing. Tapi perhatiaannya padaku tetap tidak hilang. Kadang aku merasa nyaman untuk mencurahkan isi hatiku padanya. Belakangan ini aku sering memperhatikan dia dari jauh, memantaunya dari melihat status-status di BB :) *you know i always watching you from here just to make sure that you're okay... dalam hal mencari seseorang yang tepat, sampai saat ini dia belum mendapatkan pendamping pujaannya. Seringkali dia jatuh di pelukan seorang laki-laki yang sudah beristri, dan dalam kondisi itu tentu saja membuat dia harus menunggu sesuatu yang tidak pasti. "Dia mau nikahin aku tapi untuk jadi istri kedua din..." begitu suatu saat kepadaku. sebeneranya aku tidak terlalu terkejut mendengarnya, dari ceritanya aku tahu bahwa hubungannya dengan lelaki itu sudah lama putus dan tanpa sengaja mereka bertemu kembali dengan keadaan yang berbeda sekarang, dia sudah tidak single lagi. Jujur aku iba mendengar cerita Dilla, dia benar-benar seorang yang baik and i think she deserved to have someone better, "Dia akan menikahi aku apabila aku mau pindah ke agamanya..." suatu saat Dilla menceritakan hasil obrolannya dengan lelaki itu. Lalu kamu mau penuhi permintaannya?? tanyaku kepada Dilla. Aku sadar bahwa Dilla sedang jatuh cinta setengah mati. Perlahan aku menjelaskan pendapatku bahwa apapun yang ditawarkan itu hanyalah harapan semu yang pada akhirnya akan menyakiti hatinya suatu saat. Mana ada manusia yang adil?? yang ada aku membayangkan Dilla akan banyak berkorban perasaan demi membahagiakan lelaki itu, aku tahu bagaimana seorang Dilla yang akan memberikan perhatian dan kasih sayangnya abis-abisan demi membuat temannya senang, apalagi terhadapnya, pikirku.... Sebagai seorang sahabat, tentu saja aku sangat khawatir melihat situasi yang dihadapi Dilla, aku sangat mengerti bagaimana perasaannya, aku tahu dia sedang bahagia saat ini, tapi dibalik itu semua pasti hatinya pun tidak menentu. Aku hanya bisa bilang; sabar lah sedikit lagi padanya, suatu saat pria idamanmu akan datang menghampirimu, asalkan dirimu bisa menjauh dari kondisi yang sekarang sedang kau jalani. Nggak akan terbuka juga kesempatan orang lain untuk mendekatimu. Aku tahu, pasti hatinya hancur saat ku sampaikan pendapatku. Tapi aku hanya ingin agar dia bisa melihat dari sisi lain, hidup itu selalu ada pilihan, tergantung dengan apa yang ingin dia pilih dengan segala konsekuensinya tentunya. Sebagai sahabat aku hanya bisa mengingatkan dan berdoa untuk kebahagiaannya tanpa harus menjauh dan memperlakukan dia layaknya musuh masyarakat. Dia tetap Dilla sahabatku, dan aku yakin sooner or later dia tahu apa yang akan dia pilih untuk hidupnya. Dan aku tetap akan disini untuknya..in good or bad, coz i believe she will do the same...Just to be there when I needed too! Friendship Nobody has a perfect life... Everybody has their own problems and some people just know how to deal with it in a perfect way.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger