Ketika harga diri sudah tercabik cabik
Rela jiwa menjaga pertiwi tetap jaya
Ketika darah dan jiwa sudah tak ternilai
Rela harta agar bangsa tetap merdeka
Ketika tirani membelenggu hasrat yang tak cepat mati
Bersenandung erangan jiwa yang menjerit pilu menikam hati
Bergumam tentang nilai bangkai bangkai yang terbujur kaku
Lambaian tangan maut menikam kehampaan akan goresan arti
Menyingkirkan gundah rasa kecut menuai ciut yang membekas jiwa
Lalang penindas tak gentar serbuan anak negeri menantang luka
Membekas tirani mengikat negeri yang terkoyak seluruh jiwa
Mengabarkan tentang srigala yang memburu sebuah asa
Menaruh harapan menjadi belaian cinta yang mengusung api
Seakan penolakan memanggil kembali ceceran daya memerangi angkara
Membuai pesona akan langkah jingga
Menyunting melati berbau bangkai
Membuang nyawa berarti tumbal yang tak tersanding
Letup senapan prajurit mengusik kedamaian
Dengan derap langkah ringan mengayun semangat
Membentangkan sebuah angan tentang arti kebebasan
Walau berarti mati sama sekali tak berarti

Tidak ada komentar:
Posting Komentar