Jumat, 31 Juli 2009

1942

Ketika harga diri sudah tercabik cabik

Rela jiwa menjaga pertiwi tetap jaya

Ketika darah dan jiwa sudah tak ternilai

Rela harta agar bangsa tetap merdeka

Ketika tirani membelenggu hasrat yang tak cepat mati

Bersenandung erangan jiwa yang menjerit pilu menikam hati

Bergumam tentang nilai bangkai bangkai yang terbujur kaku

Lambaian tangan maut menikam kehampaan akan goresan arti

Menyingkirkan gundah rasa kecut menuai ciut yang membekas jiwa

Lalang penindas tak gentar serbuan anak negeri menantang luka

Membekas tirani mengikat negeri yang terkoyak seluruh jiwa

Mengabarkan tentang srigala yang memburu sebuah asa

Menaruh harapan menjadi belaian cinta yang mengusung api

Seakan penolakan memanggil kembali ceceran daya memerangi angkara

Membuai pesona akan langkah jingga

Menyunting melati berbau bangkai

Membuang nyawa berarti tumbal yang tak tersanding

Letup senapan prajurit mengusik kedamaian

Dengan derap langkah ringan mengayun semangat

Membentangkan sebuah angan tentang arti kebebasan

Walau berarti mati sama sekali tak berarti

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger